BENDUNGAN SEMPOR YANG TENANG MENGAGUMKAN
SPECIAL EDITION: 02/02/2014 SELAMAT ULANG TAHUN ANI INDRIAYATI
LOKASI : Desa
Sempor, kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen kira-kira
7 km sebelah utara kota Gombong.
Foto: Agus Suryono
Terletak
di Desa Sempor Kecamatan Sempor, tepatnya 7 Km sebelah utara kota Gombong.
Waduk Sempor merupakan bendungan aliran air sungai Cincingguling yang mengalir
dari kaki pegunungan serayu selatan dan bermuara di samudera Indonesia. Awal
pembentukan bendungan Sempor adalah untuk menahan air yang datang dari arah
timur dan utara yang merupakan daerah perbukitan agar di bagian barat dan
selatan tidak terkena banjir bila musim hujan karena merupakan daerah rendah.
Foto: Agus Suryono
Waduk yang diresmikan Presiden
Soeharto pada tahun 1978, sebetulnya waduk tersebut memiliki sejarah panjang
dan mulai dibangun sejak 1968. Bahkan, awal pembangunan menelan korban jiwa
ratusan warga Sempor akibat waduk itu jebol.
Foto: Agus Suryono
Waduk
Sempor mempunyai multi fungsi selain wisata, manfaat Waduk ini juga merupakan
sumber untuk penyediaan air baku PDAM, karamba ikan, irigasi persawahan,
pembangkit listrik tenaga air (PLTA), transportasi dan sumber penghasilan bagi
warga sekitar dengan pancing, jala, jaring hingga para pemilik perahu
transportasi. waduk ini juga menyimpan potensi yang besar sebagai obyek wisata.
Foto: Agus Suryono
Selain
daya tarik alamnya yang begitu besar, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan
berbagai sarana pendukung, antara lain wisma-wisma penginapan yang bisa disewa
secara perorangan maupun rombongan. Selain sebagai obyek berwisata, tempat ini
juga cocok dijadikan tempat untuk seminar, rapat keja dan kegiatan lainnya,
karena selain tempatnya tenang, juga memiliki sarana yang memadai untuk
kegiatan tersebut.
Foto: Agus Suryono
Obyek Wisata Sempor bisa kita nikmati dari dua arah. Arah
yang pertama yaitu setelah pintu gerbang yang dijaga oleh petugas penarik
retribusi, pada simpang tiga yang jaraknya beberapa ratus meter dari pintu
gerbang. Sedangkan arah yang kedua, pada simpang tiga tadi belok kekiri.
Foto: Agus Suryono
Bila
kita ambil arah yang pertama kita bisa menikmati keindahan waduk dari dekat.
Dengan menyusuri jalan beraspal diatas bendungan, akan sampai di dermaga
perahu. Kita bisa menikmati indahnya panorama waduk sambil berkeliling
naik perahu motor yang disewakan. Selain itu juga bisa untuk memancing,
atau berkeliling waduk menikmati Taman Dirgantara yang memajang aneka pesawat
terbang tiruan serta permainan anak-anak.
Foto: Hendrawan
Apabila kita mengambil arah yang
kedua kita di suguhi pemandangan yang tidak kalah menarik . Selain jalannya
berkelok-kelok dan menanjak, kita bisa menikmati saluran irigasi yng lebar
menyerupai sungai. Di tempat inilah kompleks perkantoran milik instansi pengelola
waduk lengkap dengan perumahan yang kadang dipakai sebagai penginapan bagi
pengunjung. Tersedia juga Lapangan Pancasila dan di lengkapi Aula untuk
pertemuan.
Foto: Hendrawan
Apabila kita melihat ke arah selatan
tepatnya di komplek penginapan terdapat gugusan bukit yang namanya mengambil
dari tokoh pewayangan pandawa lima. Konon di beberapa puncak bukit itu,
terdapat pula makam yang dikeramatkan dan dikunjungi peziarah. Selain itu, bila
kita tak segan untuk sering bertanya kepada warga sekitarnya, berbagai cerita
menarik yang berkaitan dengan bukit-bukit itu akan kita dapatkan. Hal itu tentu
saja melengkapi arti kunjungan kita ke obyek wisata ini.
Foto: Agus Suryono
Bila anda yang berwisata ke tempat ini dan kebetulan tidak
membawa bekal makanan atau bingung mencari penginapan, jangan kuatir di lokasi
ini tersedia jajanan yang di jamin sesuai ukuran kantong kita. Begitu pula
dengan penginapan di sini banyak pilihan penginapan sesuai ukuran kemampuan
kita.
Foto: Agus Suryono
Kalau hanya membaca tulisan ini, saya jamin Anda tidak akan
puas, akan lebih baik cobalah tengok seberapa besar daya pikat Waduk Sempor?.
Kita akan di suguhi panorama yang luar biasa bila anda pernah mengunjungi danau
Toba di Sumatera Utara, Waduk Sempor tidak kalah…ga percaya ? silahkan datang…
Foto: Agus Suryono
Foto: Agus Suryono
Foto: Agus Suryono
Foto: Agus Suryono
Foto: Agus Suryono
Naska: Agus Suryono
Photografer: Hendrawan dan Agus Suryono