Senin, 31 Maret 2014

PANTAI SADRANAN WONOSARI - YOGYAKARTA

Pantai Sadranan : Keindahan Dibalik Kesunyian Yogyakarta
Lokasi: Jl. Baron, Tepus, Wonosari, Yogyakarta


Foto: Iis Purwanti

Keindahan pantai di Gunung Kidul sepertinya memang tidak ada habisnya. Setelah mengunjungi Pantai Jogan, kali ini Kami merambah ke pantai yang cukup sepi, sunyi, cukup terpencil dan tersembunyi di balik karang besar. Namanya Pantai Sadranan.


Foto: Iis Purwanti

Perjalanan menuju ke pantai ini membutuhkan waktu 2 jam dari Kota Yogyakarta. Lokasinya terletak di sepanjang gugusan Pantai Gunung Kidul. Pantai terdekat ialah Pantai Drini. di sebelah selatan ada jalan Saptosari, Citepus. Berbekal petunjuk sebuah papan kayu yang reot, Kami mendekat ke Pantai Sadranan.


Foto: Iis Purwanti

Pada awalnya jalan masuk ke pantai ini mulus. Lalu, semakin dekat dengan lokasinya jalannya mulai bergelombang dan berbatu. Bagi Anda yang baru belajar mengemudi sebaiknya tak mencoba datang sendirian. Selain resikonya celaka, jika tak cekatan dan lihai menghindari batu besar yang menghimpit jalan, bisa-bisa kendaraan Anda lecet.



Foto: Iis Purwanti

Ketika Kami sampai ada sebuah papan bertuliskan Pantai Sandranan. Saat itu sepi, hanya ada beberapa orang dan beberapa kendaraan yang parkir dekat karang. Kami langsung menyusuri bibir pantai, bermain dengan gelombang. Sungguh sangat mempesina pemandangannya.


Foto: Iis Purwanti

Di sisi lain selatan terbentang lautan yang sangat luas. Langit cerah cerah berwarna biru-putih-kehijauan. Saat kaki menginjakan ke pasir terasa ada kehangatan yang menempel pori-pori kulit. Bisa jadi jutaan butir pasir pantai menyimpan panas cinta dari sang surya. Pada sisi barat ada tumbuhan merambat yang hidup di pasir. Bentuknya seperti daun waru dengan ukuran yang lebih kecil.


Foto: Iis Purwanti dan Agus Suryono

Lalu, Kami berfoto-foto bersama dengan raut wajah yang ceria. Kami juga berjalan mendekati air laut. Amboi! Airnya bening dan jernih. Ada beberapa kepiting kecil yang berenang lalu menepi di batu karang.  Ada yang mencelupkan kakinya di air. Bulu-bulu kaki itu seperti bergoyang-goyang terkena air. Warnanya juga tampak lebih terang karena sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam air.


Foto: Iis Purwanti

Beberapa orang bergerombol di bawah karang. Mereka saling berfoto, mencoba mengabadikan momen berharga itu dengan kamera saku. Saya mencoba menikmati suasana dengan duduk santai ditepi pantai.


Foto: Agus Suryono

Kami habiskan waktu untuk bermain air, melompat sambil bergaya dan difoto. Betapa bahagianya kami, seperti hidup kembali. Sungguh Kami kagum akan keindahan Pantai Sadranan ini, pasirnya yang putih dan semilir angin yang sejuk dapat memberikan kami semangat untuk tetap bersama menikmati suasana Pantai Sadranan. 


Foto: Iis Purwanti

Saya juga ikut melompat dan sambil asyik di foto. Cuaca yang cerah dan bersahabat membuat Kami semakin betah di Pantai Sadranan ini. Pokoknya Seru Abiss deh!


Foto: Iis Purwanti

Saya juga sempat menulis kata “I Love You” di pasir. “Itu untuk seseorang,” ucar saya. Ah, Pantai Sadranan yang sepi dan indah, sebuah tempat yang seharusnya tetap lestari, kini dan nanti.


Foto: Agus Suryono


Foto: Agus Suryono


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti


Foto: Iis Purwanti

Photografer: Iis Purwanti dan Agus Suryono
Text: Agus Suryono,S.Pd.T.

Rabu, 19 Maret 2014

EMBUNG TAMBAKBOYO SLEMAN YOGYAKARTA

PESONA SENJA YANG MENGAGUMKAN
LOKASI: Jl. Tambakboyo, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta
Lelah berkeliling Jogja, sejenak beristirahat di pinggiran sebuah waduk, bisa menjadi pilihan menarik. Jika sepakat, maka Embung Tambakboyo rasanya cukup layak dicoba.

 Foto: Ocha Metta

Waduk yang luasnya 7,8 hektar dan volume tampungan sekitar 400.000 m3 ini memiliki wilayah yang cukup luas. Debit sungai pada musim kemarau sekitar 150 lt/det dengan kedalaman air rata-rata sekita 7 m. Jalan inspeksi embung tersebut memiliki panjang 1.769 m dengan lebar 6 m. Dengan fungsi utama sebagai cadangan dan resapan air tanah untuk warga Bantul, Sleman, Yogyakarta. Waduk ini juga berfungsi sebagai sarana pengairan, dan cadangan air untuk PDAM dimasa mendatang.



  Foto: Ocha Metta

Disini juga terdapat tempat berolah raga yang biasa digunakan adalah jalan berkonblok yang memiliki jarak yang cukup jauh. Hal yang menarik adalah pemandangan sekitar yang cukup indah. Selain itu terdapat juga penginapan disekitar Embung yang dapat digunakan untuk menginap apabila anda berasal dari luar kota.


  Foto: Ocha Metta

Pemandangan dikala sore hari sangat mengagumkan dengan pesona senja yang merona tak hentinya membuat saya terpukau. Senja inilah yang membuat kita merasa semangat untuk terus menyusuri jejak-jejak keindahan alam Kota Yogyakarta.



Foto: Ocha Metta



 Foto: Arok Sinaga

Lokasi: Embung Tambakboyo berlokasi di Dusun Tambakboyo, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, tepatnya berada di hilir Sungai Tambakboyo dan Buntung. Untuk mencapai lokasi tersebut, dari perempatan ring road UPN Veteran Jogja masuk kearah utara sekitar limaratus meter, setelah ketemu perumahan Mataram Bumi Sejahtera (MBS) masuk ke arah timur sedikit.

Tarif: Untuk sepeda motor dikenakan tarif Rp 1.000. Mobil Rp 2.000

Potensi: Embung Tambakboyo berdekatan dengan Candi Gebang dan Stadion Maguwoharjo Sleman yang bertaraf internasional. Bila gemar suasana alam, maka Anda juga bisa turun ke bagian bawa waduk untuk menyusuri aliran sungai Tambakboyo.



Tips:
Sekalipun banyak pepohonan, tidak ada salahnya Anda memilih waktu pagi atau sore hari bila ingin ke Embung Tambakboyo. Sekedar untuk menghindari sengatan sinar matahari di siang hari. Ingin datang bersama keluarga, bisa juga membawa tikar sekaligus makanan dan minuman sehingga bisa bersantai sembari menikmati masakan dari rumah. Waduk ini cukup dalam. Titik paling dalam mencapai sekitar 7 meter. Jadi awasi putra putri Anda dengan baik.


Photografer: Rossa
Naskah: Agus Suryono,S.Pd.T.

Minggu, 16 Maret 2014

PANTAI JOGAN GUNUNG KIDUL - YOGYAKARTA

PANTAI JOGAN

Peraduan Eksotik Air Terjun dan Laut di Selatan Yogyakarta

Alamat: Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS: S8°10'49.2" E110°40'34.6" (lihat peta)


FOTO: Tanti Sekar Rantri

Air terjun di bibir laut adalah sesuatu yang langka di Indonesia, bahkan dunia. Tersembunyi di balik perbukitan karst, Gunungkidul di selatan Yogyakarta ternyata menyimpan air terjun yang jatuh langsung ke bibir laut. Sebuah pesona yang sulit ditolak.

FOTO: Tanti Sekar Rantri

Senja ikut menyambut ketika Kami tiba di Pantai Jogan. Diapit tebing-tebing tinggi khas pegunungan kapur, Pantai Jogan bak peraduan, tempat air sungai turun gunung menemui ombak yang pulang melaut. Dari puluhan pantai yang berserak di sepanjang 71 kilometer pesisir Gunungkidul, Pantai Jogan menempati posisi istimewa karena keberadaan air terjun yang langsung jatuh dari atas tebing ke bibir laut, mengingatkan pada McWay Beach Waterfall di California. Selama ini, tak banyak pelancong yang tahu tentang Pantai Jogan. Lokasinya yang persis berada di sebelah barat Pantai Siung sering terlupa oleh para pemanjat yang dipacu semangat memeluk moleknya tebing Siung.


FOTO: Tanti Sekar Rantri

Untuk mencapai Pantai Jogan, perlu waktu sekitar dua jam berkendara dari Jogja. Menyusuri jalanan aspal mulus, berkelok-kelok membelah perbukitan karst yang merupakan sisa lautan jutaan tahun silam. Bila kita sampai di Pos Retribusi Pantai Siung, artinya Pantai Jogan sudah dekat, karena sekitar 400 meter dari pos tersebut, akan terlihat papan kayu penunjuk arah menuju Jogan. Menggantikan aspal mulus, jalan setapak menjadi pemandu selanjutnya, mengantar Anda dengan didampingi dua sungai kecil di sisi kiri yang nantinya akan menyatu lalu menjelma menjadi air terjun. Sayang sekali, keelokannya hanya bisa disaksikan saat musim penghujan, sementara di musim kemarau debit air sangat kecil ditambah dengan aktivitas penyedotan airnya demi keperluan warga.



 FOTO: Tanti Sekar Rantri


Untuk bisa menikmati guyuran air dari atas tebing, kita harus turun ke bawah. Ada dua cara untuk turun, pertama dengan tehnik canyoning alias rappeling di air terjun. Tentu diperlukan peralatan dan kemampuan mumpuni untuk melakukannya. Kedua, menapaki turunan licin yang basah. Untunglah tersedia kayu-kayu pegangan sebagai penopang tubuh. Meski begitu, kehati-hatian adalah hal wajib karena jalur yang curam. Setelah batuan curam nan licin, tersisa satu lagi tantangan, kita masih harus melewati karang yang dihuni oleh ribuan bayi kepiting berwarna transparan berukuran sekitar 5 mm. Ini memang bukan koloni kepiting merah penghuni Christmas Island (yang dekat Jawa Barat tapi dimiliki Australia), namun melewatinya dengan kaki telanjang tentu bukan perkara sederhana. Penduduk sekitar biasa mengambil bayi kepiting ini untuk dimasak, menjadi teman makan nasi hangat di kala musim hujan. Bila beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan ratusan kupu-kupu bergerombol di bebatuan kering.


 FOTO: Tanti Sekar Rantri

Nah, sampailah Anda. Berlatar ungunya langit senja, menatap lepas ke Samudera Hindia, menyaksikan Poseidon melempar gulungan ombak yang seolah siap melahap, sementara di balik punggung, suara air terjun memekakkan telinga, pertanda derasnya air yang jatuh. Tak perlu merasa ngeri, nikmatilah keramahan percikan air saat kaki-kaki air menjamah kerasnya batuan karang. Menyambut sopan sebelum Anda menyibak tirai air, memasuki peraduan grojogan. Diguyur segarnya air tawar dari sungai-sungai rahasia perbukitan karst membuat kita merasa seolah kegersangan Gunungkidul hanyalah mitos. Karena sebenarnya daerah ini punya banyak sekali sumber air, yang sayangnya tersembunyi di perut bumi.

Pantai Jogan adalah pemberi kesegaran, laksana oase di luasnya hamparan pantai pasir putih Gunungkidul. Juga seperti garnishes di piring yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Pantai yang tepat bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berbeda dari surga pesisir selatan Jogja.

Naskah: Agus Suryono,S.Pd.T.
Photografer: Tanti Sekar Ratri