Kamis, 17 April 2014

BUKIT BATU GUNUNG KIDUL

BUKIT BERBATU, Kali ini saya akan menceritakan kisah perjalanan saya di kota yang pantainya cukup memukau, yaitu kota Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Namun untuk kali ini saya akan membahas bukit yang ada di Wonosari, yaitu Bukit Berbatu. Jika anda berjalan-jalan ke Hutan Pinus, maka di sepinggiran jalan akan anda jumpai Bukit Berbatu. Berbatu ini memang tidak terlau terkenal di kalangan wisatawan. Namun cukup menarik untuk Hunting Foto.
 



Photografer: Iriena Nurfadhilan

Pemandangan di atas bukit ini cukup membuat kita terpana. Anda akan dimanjakan dengan panorama lembah hijau di bentang utara Bukit Berbatu ini. 

Photografer: Iriena Nurfadhilan

Photografer: Iriena Nurfadhilan

Photografer: Iriena Nurfadhilan

Photografer: Iriena Nurfadhilan

Jumat, 04 April 2014

CANDI SAMBISARI SLEMAN - YOGYAKARTA

KISAH YANG TERPENDAM DALAM TANAH YANG HIJAU


Lokasi: Maguwoharjo, Sleman, DIY.
Koordinat GPS: S7°45'44.9" E110°26'48.7" (lihat peta)

Foto: Agus Suryono

Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping "puzzle" dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi. Tak ada perasaan aneh yang menghinggapi Karyowinangun pada sebuah pagi di tahun 1966. Tapi sebuah kejadian langka dialaminya di sawah kala itu, ketika sedang mengayunkan cangkulnya ke tanah. Cangkul yang diayunkan ke tanah membentur sebuah batu besar yang setelah dilihat memiliki pahatan pada permukaannya. Karyowinangun dan warga sekitar pun merasa heran dengan keberadaan bongkahan batu itu. Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah Karyowinangun sebagai suaka purbakala.

Foto: Agus Suryono

Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi. Selang 21 tahun sesudahnya, keindahan candi akhirnya bisa dinikmati. Bangunan candi yang dinamai Sambisari itu berdiri megah di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Anda bisa menjangkau dengan berkendara melewati lintas jalan Yogya-Solo hingga menemukan papan penunjuk menuju candi ini. Selanjutnya, anda tinggal berbelok ke kiri mengikuti alur jalan.

Foto: Agus Suryono

Saya sempat kaget ketika sampai di areal candi. Saat mengarahkan pandangan ke tengah areal candi, hanya tampak susunan batu atap yang seolah hanya bertinggi beberapa meter di atas tanah. Saya bertanya-tanya, apa benar Candi Sambisari hanya sekecil itu? Setelah mendekat, barulah kami mendapat jawabannya. Ternyata, Candi Sambisari berada 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekitarnya.

Foto: Agus Suryono

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 - 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.

Foto: Agus Suryono

Bangunan candi induk cukup unik karena tidak mempunyai alas seperti candi di Jawa lainnya. Kaki candi sekaligus berfungsi sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Bagian kaki candi dibiarkan polos, tanpa relief atau hiasan apapun. Beragam hiasan yang umumnya berupa simbar baru dijumpai pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar. Hiasan itu sekilas seperti motif-motif batik.

Menaiki tangga pintu masuk candi induk, anda bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu) yang menganga. Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.

Selasar selebar 1 meter akan dijumpai setelah melewati anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. Mengelilinginya, anda akan menjumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat Arca Ganesha (anak Dewi Durga). Di sisi selatan, terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya.

Memasuki bilik utama candi induk, bisa dilihat lingga dan yoni berukuran cukup besar, kira-kira 1,5 meter. Keberadaannya menunjukkan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Lingga dan yoni di bilik candi induk ini juga dipakai untuk membuat air suci. Biasanya, air diguyurkan pada lingga dan dibiarkan mengalir melewati parit kecil pada yoni, kemudian ditampung dalam sebuah wadah.

Keluar dari candi induk dan menuju ke barat, anda bisa melihat ketiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah berlawanan. Ada dugaan bahwa candi perwara ini sengaja dibangun tanpa atap sebab ketika penggalian tak ditemukan batu-batu bagian atap. Bagian dalam candi perwaratengah memiliki lapik bujur sangkar yang berhias naga dan padmasana (bunga teratai) berbentuk bulat cembung di atasnya. Kemungkinan, padmasana dan lapik dipakai sebagai tempat arca atau sesajen.

Bila telah puas menikmati keindahan candi, anda bisa menuju ke ruang informasi. Beberapa foto yang menggambarkan lingkungan sawah Karyowinangun sebelum digali dan kondisi awal candi ketika ditemukan bisa ditemui. Ada pula foto-foto tentang proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berjalan puluhan tahun, termasuk foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian, berupa arca dari perunggu yang kini disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Keindahan Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Candi yang semula mirip puzzle raksasa, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan agung di masa silam.

Naskah: Agus Suryono, S.Pd.T.
Photo & Artistik: Agus Suryono dan Kinanti Niagara

Selasa, 01 April 2014

MUSEUM GUNUNG MERAPI (MGM) SLEMAN – YOGYAKARTA

SAKSI BISU SEJARAH GUNUNG MERAPI YANG ABADI

AlamatHarjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Koordinasi GPS: -7.610810, 110.425362

foto by : anita lestari (model : agus suryono)

Sebuah kemegahan yang terpampang di lereng merapi tepatnya Desa Harjobinangun, Pakem Sleman menyimpan banyak kisah tentang merapi dan peristiwanya. Bangungan tersebut adalah Museum Gunung Api Merapi (MGM) yang diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro pada 1 Oktober 2009. 


foto by : anita lestari (model : agus suryono)

Museum Gunung Api Merapi (MGM) sebagai wahana baru dalam pengembangan ilmu kegunungapian skala nasional dan dunia serta mitigasi bencana. Dengan visi dan harapan itulah Museum Gunung Api Merapi ini diperkenalkan dengan sebutan 'Merapi Jendela Bumi'. 

foto by : agus suryono (model : tradika putri, niken dwi pratiwi, kurnia restu zainal, anita lestari dan agus suryono)

Arsitektur bangunan Museum Gunung Api Merapi (MGM) sengaja dibuat menyerupai sebuah candi yang memiliki undak, kaki, badan dan kepala. Dalam folosofi Hindhu, puncak tertinggi candi berbentuk kerucut dimaknai sebagai gunung api yang merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitarnya.

foto by : agus suryono (model : niken dwi pratiwi, tradika putri, kurnia restu zainal, anita lestari dan agus suryono)

Kemudian pada dinding badan bangunan museum ini atau lobby terdapat relief yang menceritakan hubungan antara manusia dan gunung api dalam kehidupan sehari-hari. Masih diruang lobby, pada bagian tengah ruang tersebut terdapat sebuah maket gunung api yang berskala besar lengkap dengan uap.

 foto by : agus suryono (model : niken dwi pratiwi,  tradika putri, kurnia restu zainal, anita lestari dan agus suryono)

Pada dinding sebelah kanan lobby terpasang pendokumentasian proses pembuatan museum dari penandatangan MOU, proses pembangunan dan akan segera dilengkapi dengan momentum peresmian museum. 


foto by : anita lestari (model : agus suryono)

Pengelola Museum Gunungapi Merapi tidak hanya memfokuskan pada area lobby saja, setiap bagian dalam museum ini dilengkapai dengan ruangan-ruangan yang bertemakan tentang kegunungapian. Seperti  tema Volcano World, On The Merapi Volcano Trail, Manusia dan Gunungapi, Bencana Gempabumi dan Tsunami, Bencana Gerakan Tanah, Diorama, Peralatan Survey, Extra-terrestrial Volcano, Film Show, dan fasilitas penunjang lainnya

foto by : anita lestari (model : agus suryono)

Perencanaan kedepan, museum ini akan dikembangkan sebagai tempat kunjungan wisata yang representatif dengan fasilitas yang memadai seperti taman, area parkir dan plasa sebagai sarana fasilitas bagi pengunjung museum.

foto by : anita lestari (model : agus suryono)


foto by : anita lestari (model : agus suryono)



ffoto by : anita lestari (model : agus suryono)



foto by : anita lestari (model : agus suryono)



foto by : anita lestari (model : tradika putri dan agus suryono)



foto by : anita lestari (model : tradika putri dan agus suryono)



foto by : anita lestari (model : tradika putri dan agus suryono)

Lokasi: Jl. Kaliurang, Km.22 Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Telp./Fax. (0274) 869613
Jam Buka: Selasa-Minggu, Pukul 09.00-15.30 WIB. Senin TUTUP.