Minggu, 15 Juni 2014

KISAH SIKUNIR - DIENG DAN KEBUN TEH TAMBI - WONOSOBO

DIENG-WONOSOBO, Nama Gunung Sikunir mungkin belum sepopuler Gunung Merapi di Yogyakarta atau Gunung Bromo di Tengger. Satu dari sekian banyak gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng ini memiliki ketinggian 2350 meter dpl. Ada dua cara untuk mencapai puncak Sikunir yang berjarak 8 km dari Dataran Tinggi Dieng. Pilihan pertama adalah trekking dimana kita harus mulai pada jam 3 dini hari. Kondisi fisik dan berbagai perlengkapan lain harus benar-benar dipersiapkan bila memilih cara trekking ini. Pilihan kedua adalah naik motor, baik motor sewaan ataupun menggunakan jasa ojek hingga ke desa Sembungan dan dilanjutkan dengan mendaki sejauh 800 meter. Dengan berbagai pertimbangan terutama alasan keselamatan, Kami memilih untuk naik ojek dan baru dilanjutkan dengan mendaki ke puncak Sikunir.


 Photografer: Yunii Dobek

Perjalanan dimulai jam setengah 5 pagi. Pilihan naik ojek ternyata tepat. Jalanan gelap gulita, tanpa ada satupun lampu jalan yang menerangi. Baru beberapa ratus meter, mendadak kabut turun menyelimuti. Jarak pandang yang hanya satu meter dan medan yang berkelok-kelok serta naik turun lengkap dengan lubang dan tanah becek di tengah jalan sungguh sangat berbahaya bila seseorang yang tidak hapal betul dengan medan sekitar mengendarai sepeda motor sendiri. Meskipun demikian, pada kesempatan lain jalur trekking mungkin layak juga untuk dicoba. Berjalan kaki sambil menghirup udara segar dan menikmati langit cerah bertabur ribuan bintang terdengar cukup menarik dan menantang. 

Jika anda menginap di Homestay sekitaran Dieng Plateau, untuk mencapai bukit sikunir ini ada harus berkendara sekitar 15- 20 menit. Kendaraan bisa diparkir di areal Telaga Cebong - Desa Sembungan yang merupakan titik awal pendakian ke sikunir, anda akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 5000.-


 Photografer: Yulis Imut

Bagi yang belum pernah naik bukit Sikunir sebelumnya, ada baiknya saat pendakian ditemani oleh Guide lokal mengingat jalur pendakian yang terjal dengan jurang pada sisinya. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah baju hangat serta lampu senter atau alat penerangan lain untuk menerangi jalan saat mendaki.Terletak di Desa Sembungan, di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut, Bukit Sikunir tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan yang ingin melihat Panorama Terbitnya matahari berlatar belakang jernihnya langit pegunungan Dieng dan Gunung Sindoro.


Photografer: Yunii Dobek

Dari Desa Sembungan yang berada di ketinggian 2302 meter dpl, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki jalan setapak licin yang diapit jurang dan hutan. Udara terasa sangat dingin, bahkan lebih dingin dari winter di Orange County California. Sepanjang pengalaman Kami ketika harus melalui musim dingin di akhir tahun 2008 dan awal 2009, suhu udara di Orange County tidak pernah lebih dingin dari 4 derajat Celcius. Kecuali suhu di daerah pegunungan seperti Big Bear yang selalu diselimuti salju saat winter tentunya. Saat mendaki Sikunir, winter jacket dan sarung tangan terasa belum cukup untuk melindungi tubuh dari dinginnya angin yang menggigit. Ditambah lagi dengan jalan mendaki yang serasa tak kunjung sampai. Nafas mulai tersengal dan jantung serasa hendak berhenti berdetak.


Photografer: Yunii Dobek

Menyaksikan peristiwa Terbitnya matahari diufuk timur lanskap alam Dieng yang mempesona dan Khas dengan udara dinginnya tentu akan menjadi peristiwa yang memorable bagi para pengunjung. Itulah mengapa, mereka yang pernah berkunjung ke Sikunir sering ketagihan untuk berkunjung kembali di lain waktu.


 Photografer: Yunii Dobek

Ketika sudah hampir putus asa, jalan tiba-tiba melandai. Wah, akhirnya berhasil juga sampai ke puncak. Pemandangan yang terhampar di depan sungguh sangat menakjubkan. Lembah yang masih gelap nun jauh di bawah sana nampak berkelap-kelip dengan lampu-lampu yang menyala di desa-desa kecil yang tersebar diantaranya. Gunung 


  Photografer: Yunii Dobek

Photografer: Yunii Dobek

Sindoro berdiri kokoh di depan mata. Hamparan awan dan kabut di bawah kami memberikan kesan bahwa kami benar-benar berada di negeri di atas awan. Bentangan langit cerah dengan ribuan bintang semakin menambah keindahan suasana. Bila cuaca cerah, dari puncak Sikunir ini akan terlihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan Ungaran. 


 Photografer: Someone

Seorang teman bercanda dan mengatakan bahwa dia merasa seperti seorang dewa, berada di istananya yang tinggi menanti bangunnya sang mentari. Semburat jingga mulai terlihat di ufuk timur, menampilkan keindahan siluet Sindoro yang disusul dengan bayangan Gunung Merbabu, Sumbing, Ungaran, dan Merapi yang nampak mungil dengan kepulan asap tipisnya. Penat kaki akibat mendaki dan sakitnya dada yang tersengal-sengal langsung sirna...


 Photografer: Someone

 Photografer: Someone


 Photografer: Someone

MEMETIK TEH DI DESA TAMBI-WONOSOBO

TAMBI-WONOSOBO, Selain pesona alamnya yang sejuk, paket wisata yang banyak digemari para wisatawan yakni proses pembuatan teh. Dengan paket wisata ini, wisatawan akan benar-benar tahu bagaimana produksi teh dari pemetikan di perkebunan hingga menyeruput dari cangkir. Tapi kami hanya mampir berfoto ria bersama bidadari-bidadari cantik.

  Photografer: Indah imoet

Sampai di perkebunan, sekitar pukul 08.00 WIB, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang eksotis berupa hamparan hijau teh berembun di Lereng Gunung Sindoro. jika kalian menggunakan jasa pemandu, kalian akan mendapatkan pengalaman tersendiri. Yaitu menariknya wisatawan tidak hanya menonton. Namun bisa terlibat ikut memetik teh sekaligus mendapatkan penjelasan bagaimana cara memilah teh yang sudah siap untuk di produksi.

 Photografer: Indah imoet

SEKEDAR INFO, Setelah memetik teh, perjalanan selanjutkan melihat proses pembuatan teh. Wisatawan akan diajak masuk ke Pabrik produksi. Oleh pemandu wisata dijelaskan bagaimana proses pembuatan teh, setelah di petik teh kemudian dilakukan proses pelayuan menggunakan alat pemanas, setelah itu lembaran daun teh tersebut dimasukan pada tempat penggilingan dilebur menggunakan mesin, hasilnya teh yang sebelumnya berupa daun, sudah berubah menjadi keping kecil-kecil. Pengolahan kemudian masuk tahap Fermentasi. “ Melalui proses Fermentasi ini, teh akan berubah yang sebelumnya hijau, akan berubah hitam. Ini yang merupakan Teh Khas yang dimiliki Tambi,”jelas pemandu.

Proses pembuatan teh belum selesai. Setelah Fermentasi, teh dilakukan pengeringan cukup lama, kemudian masuk pada proses penjenisan. Di sinilah proses yang ditunggu, sebab wisatawan bisa mengenali beragam jenis dan kelas teh yang di produksi PT Tambi. “ Teh yang dipetik dari perkebunan Tambi mempunyai 17 jenis rasa yang terbagi dalam 3 Grade,”kata Pemandu lagi.

Setelah penjenisan, ternyata proses belum selesai. Sebelum dikemas dan dikirim ke pasar Domestik dan Manca Negara. Teh hasil produksi dilakukan uji kualitas oleh pegawai khusus yang mengenali Taste Teh. Setelah memenuhi standar kaulitas, Teh kemudian dipasarkan hingga disajikan dalam teko dan cangkir menemani udara pagi.
“ Orang yang melakukan tes rasa ini khusus, saat ini ada tiga orang yang benar-benar secara detail mengenali rasa teh,” tambah pemandu.harga hotel dieng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar