Air terjun Grojogan Sewu
terletak di Tawangmangu suatu kawasan sebelah barat lereng gunung Lawu dengan
ketingggian 1.305 m, berudara segar banyak terdapat villa dan penginapan.
Tawangmangu dapat dicapai dari kota Solo dengan menggunakan bus jurusan Solo - Tawangmangu.
Atau dengan menggunakan sepeda motor.
Photographer: Indah Nh
Meski berada di garis
ekuator dengan suhu udara panas dan lembab, Indonesia dianugerahi dengan banyak
pegunungan yang menawarkan kesejukan. Salah satunya adalah Tawangmangu, kurang
lebih 37 km sebelah timur Solo. Meskipun terletak di lereng gunung, kawasan
wisata ini termasuk salah satu yang paling mudah untuk dikunjungi. Angkutan bus
umum hampir setiap saat siap mengantar para wisatawan sampai ke terminal utama.
Perjalanan darat selama kurang lebih 1,5 jam dari terminal Solo sudah menjadi
daya tarik tersendiri. Pemandangan indah areal persawahan di kiri dan kanan
jalan siap menyapa begitu memasuki wilayah Karanganyar.
Suasana pagi Tawangmangu
sangat indah dan eksotik. Udara dingin khas pegunungan dan kabut dari puncak
gunung yang menyelimuti memberikan aura keindahan tersendiri. Berjalan-jalan
sambil menikmati indahnya areal persawahan, melihat aktivitas penduduk di pagi
hari, ataupun menjelajahi pasar sangat manjur untuk menghilangkan penat dari
kesibukan sehari-hari. Tawangmangu juga populer dengan produksi sayur dan
buah-buahan segar. Sawah-sawah yang ditanami sawi, wortel, lobak, strawberry,
dan aneka hasil bumi lainnya membentang dimana-mana.
Kami juga mengunjungi sebuah
air terjun setinggi 81 meter yang terletak di kawasan ini. Grojogan Sewu yang
berarti "seribu air terjun", air terjun ini terletak di dalam sebuah
kawasan hutan lindung seluas 20 ha. Area wisata ini juga dilengkapi dengan
fasilitas flying fox, arung jeram kecil, duta playground dengan pemancingannya,
dan arena outbond dengan taman lalu lintas dan kereta pohon. Tak hanya manusia,
ribuan kera juga betah berlama-lama di sini. Mereka berkeliaran dengan bebas
tanpa rasa takut pada manusia. Meskipun nampak jinak, namun kita harus tetap
waspada karena sewaktu-waktu mereka bisa tiba-tiba mengambil tas ataupun barang
bawaan lainnya.
Pedagang makanan dan minuman bertebaran di sekitar air terjun, siap
menjadi tempat melepas lelah atau bersantai menikmati udara segar di bawah
pepohonan rindang. Makanan yang paling terkenal adalah sate kelinci. Daging
kelinci yang sedikit alot namun memiliki serat daging yang lembut dipadu dengan
sambal kacang, irisan cabe dan bawang merah, disajikan bersama lontong. Menurut para ahli, selain rendah kolesterol daging kelinci juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daging kelinci mengandung zat yang disebut senyawa kitotefin. Senyawa ini apabila digabungkan dengan senyawa lain seperti omega 3 dan 9 disinyalir bisa untuk menyembuhkan penyakit asma. Berdasarkan pengalaman beberapa orang, daging ini juga berkhasiat menurunkan kadar gula bagi para penderita diabetes, sementara otaknya berkhasiat sebagai penyubur kandungan wanita.
Pemandangan yang indah dan
udara yang sejuk menjadikan tujuan utama bagi para pengunjung untuk berakhir
pekan bersama keluarga. Selain Grojogan Sewu dikawasan Tawangmangu terdapat
juga obyek wisata Balekambang, bumi perkemahan, villa dan restaurant yang semua
itu adalah sarana dan fasilitas rekreasi keluarga yang benar-benar tak
terlupakan. Ditambah dengan adanya tradisi upacara Dukhutan, Mondosiyo, Suryo
Jawi menambah daya tarik tersendiri untuk diabadikan.
Menurut cerita wayang Prabu
Baladewa pada saat menjelang perang Baratayudha, disuruh Kresna untuk bertapa
di Grojogansewu. Hal ini untuk menghindari Baladewa ikut bertempur di medan
perang, sebab kesaktiaannya tanpa ada musuh yang sanggup menandingiya.
Di depan air terjun grojogan
sewu terdapat sebuah jembatan yang disebut "kretek pegat". adapula yg
menamai jembatan "pegat sih". nama itu diberikan berdasrkan
pengalaman empirik, bahwa jembatan tersebut sering mengakibatkan pegatan atau
perceraian. Pada hari2 tertentu saat petang datang sering terlihat seorang
kakek melintas diantara kabut yang menyelimuti kretek pegat. Mereka percaya
bahwa kakek itu adalah makhluk gaib andhahan (bawahan) penguasa lelembut di
Grojogan Sewu. yakni Kyai Baladewa.
Di Tawangmangu ada juga air
terjun Pringgodani, tempat bertapa Prabu Anom Gatotkaca anaknya Bima. Untuk
menuju kesana melewati jalanan yang sempit dan terjal. Disini terdapat
pertapaan yang juga ada sebuah kuburan yang konon merupakan kuburan Gatotkaca. Kuburan
ini dikeramatkan dan banyak pejiarah yang datang. Diatasnya terdapat hutan
Pringgosepi.
Jadwal Buka:
Senin - Minggu pk 08.00 -
16.00 WIB
Idul Fitri pk 06.00 - 18.00
WIB
Harga Tiket
Pengunjung domestik: Rp
13.000,00
Pengunjung manca negara: Rp
18.000,00
Pelajar: Rp 9.000,00
Sumber: www.yogyes.com







Tidak ada komentar:
Posting Komentar